Minggu, 11 Desember 2011

Ayo Mengkerenkan Diri


Tulisan ini khusus buat para jomblo'ers dan para brother yang sedang berjuang mencari cinta he he Untuk lebih lengkapnya baca buku Salim A. Fillah “Gue Never Dies” karena saya mengutip buku tersebut . Ini cuma rangkuman aja dari tulisan beliau. Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan barokah dalam setiap aliran darah, tarikan napas, denyut nadi dan dalam segala aktivitas beliau. Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

Kamis, 08 Desember 2011

Menyamakan persepsi ?? Siapa takut

Hidup itu adalah  persepsi ... kalimat yang berat broo ... kok bisa hidup itu adalah persepsi ? Coba kita jabarkan kalimat di atas dari persepsi seorang sarjana ekonomi yang lulusnya aja 6,5 tahun dg IPK 2,94.... gedubrak !!  

Anggota DPR dengan Kyai

Kadang banyak kejadian lucu di sekitar kita .... tapi tanpa kita sadari dari berbagai macam cerita maupun kejadian lucu ada banyak hikmah dan pesan yang terkandung di dalamnya. Berikut ini saya share cerita yang saya dapat dari temen punya kawan he he he .... Temen punya kawan denger cerita ini dari saat mengikuti pengajian nya Gus Dul Karim Jamuro Solo ...

Sabtu, 03 Desember 2011

Panda ?? The Beginning

Panda adalah kucing kesayangan keluarga saya. Dari dulu sejak kecil, Ibu selalu memelihara kucing. Katanya sih biar bikin tikus kabur dari rumah. Saya masih ingat saat kecil Ibu pernah bilang kucing adalah salah satu hewan kesayangan Rasulullah Muhammad SAW . Sebagai umatnya kita wajib mencontoh beliau, contoh sederhana adalah dengan mengikuti Rasulullah Muhammad SAW memelihara kucing.

Who's Panda ?

Panda saya rasa adalah salah satu bentuk cinta yang tak bersyarat di dunia. Eh lupa syaratnya cuma dua yaitu  makan cukup dan jangan sampai telat. Si Doi kalau makan lumayan rakus dan kalau telat diberi makan sukanya protes he he he. Saat kita telat memberi makan, kemana-mana kita pasti diuber dan suara nya bikin risih di kuping. 

Pacitan, Pantai Teleng Ria

Pukul 08.42 WIB kami sampai di Pantai Teleng Ria, Pacitan. Tiap pengunjung dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 5.000,- per orang (usia 9 tahun ke atas) dan retribusi parkir motor sebesar Rp. 2.000,-. Setelah membayar, kami pun masuk ke kawasan Pantai Teleng Ria Pacitan.

Tarif Retribusi  Pantai Teleng Ria
Karcis Retribusi  Pantai Teleng Ria

Pacitan, On The Way To Teleng Ria Beach

Berangkat dinihari memang mengasyikkan. Di samping udaranya masih dingin, jalanan juga masih sepi . Motor bisa dipacu hingga kecepatan maksimum di jalan antar kota. Tapi kami memilih untuk santai saja sehingga laju kecepatan dipertahankan konstan di angka 60-70 km/jam. Estimasi awal  berangkat pukul 04.00 WIB dan sampai tujuan pertama yaitu Pantai Teleng Ria di daerah Pacitan Kota kira-kira jam 07.00 WIB.

Senin, 28 November 2011

Pacitan, Sebelum Keberangkatan

Hari Sabtu malam, 12 November 2011 ba’da sholat Isya’ saya berangkat ke rumah teman di daerah Mangkuyudan, Solo sebelum berkumpul di rumahnya Tommy di daerah Makam Haji, daerah pinggiran  Solo. Sebelum berangkat, di rumah saya sudah diberi pesan sama Ibu untuk tidak berenang di pantai. Bahaya kata beliau he he he he. Lisan mengatakan “Yes Mom” tapi hati berkata lain. “Tenang saja Bu, anakmu ini sudah dewasa sudah paham resiko dan bahaya dari suatu tindakan”. Penting untuk diingat salah satu cara paling sederhana untuk membahagiakan orang tua adalah kita harus selalu menuruti apapun perintahnya asal tidak melanggar syariat agama dan perintah Allah SWT.


Pacitan, The Beginning


Berawal dari obrolan ringan dengan seorang rekan yang asli dari Pacitan pada hari Selasa, 08 November 2011, akhirnya tercetus sebuah ide untuk jalan-jalan ke Pacitan. Saya pikir sudah lama saya tidak refreshing dan jalan-jalan lagi. Tangan dan kaki sudah mulai gatal untuk mulai touring lagi.