Kamis, 08 Desember 2011

Menyamakan persepsi ?? Siapa takut

Hidup itu adalah  persepsi ... kalimat yang berat broo ... kok bisa hidup itu adalah persepsi ? Coba kita jabarkan kalimat di atas dari persepsi seorang sarjana ekonomi yang lulusnya aja 6,5 tahun dg IPK 2,94.... gedubrak !!  


Apa gak salah brooo ?? Apanya yang salah ?? Masak orang kayak gini layak menulis hal-hal yang berat kayak gini? Anda sendiri yang kurang kerjaan ... Lhok kok bisa ? blog nya kan jelas broooo.... Lho ??? Blog ini kan isinya hal-hal yang gak bermutu kenapa anda tetep nekat membacanya brooo..... Eh Iya Ya ...

Bingung kan ? coba kita uraikan satu persatu. Pertama :  hidup itu adalah persepsi ....Kedua : tulisan ini mencoba menjabarkan persepsi seseorang tentang "hidup itu adalah persepsi". Masih bingung ??? Yow wis dibaca aja tulisan ini , lha wong seharusnya anda sadar blog ini isinya tidak bermutu semua jadi anda salah besar kalo menuntut atau pun berharap tulisan ini bermutu ....

Persepsi adalah  ....... linknya disini ... coba juga di wikipedia (baca sendiri di situs tersebut ya maklum yang nulis cuman pas-pas an otaknya. ) .........

Segala sesuatu di dunia ini dapat berbeda-beda definisinya karena tergantung persepsi setiap orang. Pakai contoh kasus aja ya broo..... Pertama bagaimana pendapat anda tentang sikap Israel selama ini terhadap Palestine ? Benar atau salah ? Kedua bagaimana pendapat anda tentang fenomena budaya materialistis di kalangan anak muda kita ? Mendukung, menolak, atau ragu-ragu ?

Dari contoh kasus diatas bisa dipastikan jawaban tiap individu sangat bervariasi tergantung persepsi masing-masing individu. Tapi menurut persepsi  sarjana ekonomi yang nulis tulisan ini, pendukung Israel dan matre selama ini adalah benar-benar GAY !!! (100% agree with Kung Pow Chicken Bro ...cek lagunya disini broo)

Perbedaan persepsi dapat dipengaruhi banyak faktor seperti latar belakang keluarga, ekonomi, tingkat pendidikan, lingkungan, dsb. Perbedaan persepsi ini di samping memperkaya keberagaman seringkali dapat menimbulkan konflik di masyarakat. Lho kok ?!! Coba anda telaah sendiri .... kalo menurut saya sih hidup pasti terasa indah kalo kita menjalani nya dengan orang yang mempunyai persamaan persepsi ....

Punya keluarga satu persepsi, punya temen satu persepsi, punya rekan kerja satu persepsi, dsb Hmmm pasti lebih indah hidup kita .... O ya satu lagi kelupaan bro ... yaitu punya temen hidup atau jodoh yang satu persepsi (ini yang saya impi-impikan dan selalu terlantunkan dalam setiap doa saya he ehe ehe eh)

Menurut saya sebagai seorang muslim, hidup pasti lebih bermakna dan bahagia apabila persepsi kita berdasarkan pada acuan tunggal yaitu aturan dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Terserah kalau ada yang tidak sependapat dengan saya ... ini negara bebas brooo yang penting saling menghargai pendapat orang lain. Silahkan komentar, bebas mau saran kritik ataupun caci maki saya terima dengan ikhlas he he

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa: 59)

Bagaimana cara agar kita menjadi satu persepsi berdasarkan aturan Allah SWT dan Rasul-Nya ??? gampang brooo ... marilah kita sama-sama ikhlas untuk belajar agama dan memperbaiki diri karena menurut Salim A. Fillah dalam bukunya "Gue Never Die" : Hidup seorang mukmin adalah program perbaikan diri yang tertata hingga akhirnya menemui Allah SWT dalam kondisi yang terbaik.

Sori broo bukan maksud saya sok alim ataupun sok ustadz , ini cuma pendapat pribadi ... terseran anda setuju atau tidak setuju ... gak masalah brooo, cobalah untuk menghargai pendapat orang lain. Yang jelas saya minta doa dari semuanya aja semoga nanti pada akhirnya dipertemukan oleh Allah SWT dengan jodoh yang satu persepsi dengan saya ... he he he 

1 komentar: