Pukul 08.42 WIB kami sampai di Pantai Teleng Ria, Pacitan. Tiap pengunjung dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 5.000,- per orang (usia 9 tahun ke atas) dan retribusi parkir motor sebesar Rp. 2.000,-. Setelah membayar, kami pun masuk ke kawasan Pantai Teleng Ria Pacitan.
![]() |
| Tarif Retribusi Pantai Teleng Ria |
![]() |
| Karcis Retribusi Pantai Teleng Ria |
Pantainya luas, pasirnya lumayan putih dan fasilitas penunjangnya komplit. Pantai teleng Ria terletak di sebuah teluk sehingga ombaknya lumayan bersahabat untuk ukuran laut pesisir selatan Jawa. Kalau ingin berenang disarankan untuk berenang di sisi barat pantai di dekat pelabuhan nelayan. Ombaknya sangat bersahabat. Kita dihimbau untuk tidak berenang di sisi timur pantai karena ombaknya lumayan besar.
![]() |
| Pantai Teleng Ria Via Wikimapia |
Dulu kira-kira 6 tahun yang lampau saya bersama teman-teman pernah menginap 1 malam di pantai Teleng Ria. Tapi jangan mengira kami menginap di penginapan atau hotel, kami tidur beralaskan pasir dan beratapkan langit. Maklum dulu masih mahasiswa, budget piknik terbatas, modalnya cuma badan sehat dan nekat he he he. Sekarang pun masih tetap terbatas alias kere. Walaupun kere tetap yakin karena ada Allah SWT yang memelihara dan menghidupi. Kere tapi manja karena sedikit–dikit meminta kepada Gusti Ingkang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang maha Kuasa) he he he
Fasilitas penunjang untuk wisatawan terpusat di sisi barat pantai karena konsentrasi pengunjung ada di sisi barat. Disini ada toilet, rumah makan, kios-kios souvenir dan lain-lain. Di sisi timur cuma ada fasilitas hotel atau penginapan, dan bangku-bangku untuk bersantai. Biasanya pasangan-pasangan yang ingin mojok terkonsentrasi di sisi timur pantai he he he.
Suasana Barat Pantai Teleng Ria
Suasananya lumayan lah buat melepas penat setelah berkendara 4 jam-an dari Solo. Seperti biasa tanpa dikomando kami berempat langsung menjelajahi pantai Teleng Ria sambil berfoto ria tentunya he he he. Hanya satu yang saya kritik dari Pantai Teleng Ria yaitu kurangnya fasilitas tong sampah. Tong sampah kurang sekali apalagi budaya masyarakat kita kalau buang sampah sembarangan. Banyak tong sampah saja mereka membuang sampah sembarangan apalagi kalau tong sampah nya minim. Prinsip saya jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak kaki dan kenangan akan suatu tempat.
![]() |
| Jangan Tinggalkan sesuatu Kecuali Jejak Ka |
Di sisi barat pantai suasana lebih ramai kebanyakan didominasi oleh rombongan wisatawan keluarga. Di sini banyak berjajar kios-kios yang menjajakan kerajinan batu akik dan ikan laut yang telah digoreng. Berhubung budget minim terpaksa kami cuma bisa lihat-lihat aja. Inginnya sih mencari sarapan karena dari Solo kita belum makan. Tapi takut sarapan di dalam kawasan wisata karena harganya pasti mahal. Berhemat brooo …. jalan kita masih panjang he he he.
Suasana Kios Barat Pantai Teleng Ria
Setelah kira-kira 1 jam-an kami menikmati suasana Pantai Teleng Ria akhirnya kami memutuskan untuk menuju ke tujuan selanjutnya yaitu pantai Srau. Selamat Tinggal Teleng Ria, semoga kalau masih diberikan umur panjang dan kesempatan pasti ku akan kembali.
Galeri Narsis , diambil di sisi Timur Pantai Teleng Ria :


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar