Berangkat dinihari memang mengasyikkan. Di samping udaranya masih dingin, jalanan juga masih sepi . Motor bisa dipacu hingga kecepatan maksimum di jalan antar kota. Tapi kami memilih untuk santai saja sehingga laju kecepatan dipertahankan konstan di angka 60-70 km/jam. Estimasi awal berangkat pukul 04.00 WIB dan sampai tujuan pertama yaitu Pantai Teleng Ria di daerah Pacitan Kota kira-kira jam 07.00 WIB.
Rute yang diambil adalah dari Solo, melewati Sukoharjo dan langsung ke Wonogiri Kota. Kami sempat mampir untuk mengisi bensin di SPBU daerah Solo Baru dekat dengan Al-Azhar. Motor yang saya kendarai diisi bensin sampai penuh, kira-kira habis 8 liter-an. Uang senilai Rp. 37.000,- pun berpindah tangan ke petugas SPBU.
Setelah mengisi bensin, motor langsung kami pacu menuju ke selatan ke arah Sukoharjo. Di sekitar jalan antara Kec Nguter Sukoharjo hingga Wonogiri mata kami disuguhi pemandangan bukit-bukit yang menarik. Katanya sih itu bagian dari deretan pegunungan seribu yang membentang di selatan pulau Jawa dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah hingga DI Yogyakarta. Banyak yang bilang macan tutul masih sering berkeliaran di daerah perbukitan ini
Selepas Kec Selogiri, Wonogiri kami langsung bertemu dengan pertigaan. Karena tujuan awal ke Pacitan maka kami mengambil rute lurus ke arah Kec Ngadirojo, Wonogiri. Kalo kita mengambil rute belok kanan maka rute tersebut melewati Wonogiri Kota menuju ke Waduk Gajah Mungkur atau ke arah Pracimantoro, Wonogiri. Kami sempat salah belok juga di pertigaan tersebut dan mengambil rute belok kanan. Maklum sudah lama tidak ke Pacitan sehingga jalannya lupa lupa ingat hehehe Sesampainya di Wonogiri kota saya akhirnya sadar telah mengambil jalan yang salah. Setelah tanya beberapa orang di jalanan akhirnya kami bisa kembali ke arah jalan yang benar,
Sesampainya di Kec Ngadirojo, kira-kira pukul 04.45 WIB kami mampir di sebuah SPBU untuk menunaikan sholat Subuh. Kurang lebih 2 km dari SPBU tersebut ada pertigaan lagi. Kalo kita lurus itu adalah jalan menuju ke Kec. Jatisrono Wonogiri dan akhirnya menuju ke Ponorogo, Jawa Timur. Kami mengambil rute belok kanan yang menuju ke Pacitan melewati Kec. Nguntoronadi dan Kec Baturetno Wonogiri.
Selepas pertigaan Kec Ngadirojo sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan Waduk Gajah Mungkur yang terlihat dari kejauhan. Cukup asyik juga kalau anda lewat daerah ini menyempatkan berhenti untuk foto-foto. Lumayan buat ajang narsis dan lumayan juga buat dipajang di FB he he he. Kurang lebih 2 km sebelum pusat Kec Nguntoronadi, Jati memberitahu saya bahwa selepas dari pertigaan Ngadirojo, Wawan ketinggalan di belakang. Pukul 05.30 WIB kami pun berhenti sejenak untuk menunggu Wawan.
Sekitar 5 menitan kami menunggu Wawan tiba, tapi ternyata yang ditunggu tidak muncul juga. Tommy akhirnya berinisiatif menelpon Wawan. Dan ternyata rantai motor Wawan putus. Tommy dan Jati memutuskan menyusul Wawan balik lagi ke arah Ngadirojo. Saya memutuskan untuk jalan terus ke arah Kec Nguntoronadi untuk mencari bengkel terdekat. Kami sempat khawatir karena ini hari Minggu dan waktunya pun masih pagi, mustahil ada bengkel yang buka. Saya pun akhirnya menemukan bengkel di dekat SMPN Nguntoronadi yang bersedia menolong memperbaiki tapi tidak memiliki stok rantai motor type seperti yang Wawan kendarai. Saya akhirnya memutuskan menyusul Wawan balik lagi ke rute Ngadirojo.
![]() |
| Me, Buronan No. 1 |
![]() |
| Kunci Busi, Si Biang Kerok |
Setelah berjalan kurang lebih 5 km saya pun bertemu dengan rekan-rekan yang telah ada di bengkel. Alhamdulillah ternyata di hari Minggu pagi dan di daerah yang sepi, masih ada orang yang baik hatinya mau menolong memperbaiki motor Wawan. Lemah Teles mas, Gusti Allah ingkang mbales. Setelah dibongkar, ternyata ada kunci busi yang terselip di block penutup gear depan yang mengakibatkan rantai motor Wawan secara konstan membentur kunci busi tersebut. Akhirnya rantai nya putus dan merusak block penutup gear depan dan gear belakangnya. Kami semuanya tidak bisa habis pikir kenapa kunci busi nya bisa nongkrong disitu.
Setelah diperbaiki beberapa saat akhirnya kami memutuskan meninggalkan motor Wawan di bengkel tersebut. Kami melanjutkan perjalanan yang tadi sempat terhenti dengan Wawan membonceng Jati. Di pinggir jalan kami sempat melihat beton penunjuk jarak bahwa Pacitan masih kurang lebih 70 km lagi. Masih jauh broooo ….......
Selepas Kec Nguntoronadi kami mengambil jalan lurus terus menuju ke Kec Baturetno untuk seterusnya menuju Pacitan. Setelah Kec Baturetno ada pertigaan lagi. Kalo lurus kita menuju Pacitan, kalau belok kanan itu arah menuju Pracimantoro dan akhirnya tembus ke Gunungkidul, DI Yogayakarta. Mulai dari sini jalanan berubah menjadi bagus, jalannya juga naik turun dan berkelok-kelok. Dijamin para biker langsung jatuh cinta kalau melewati jalanan seperti ini.
![]() |
| Peta Jalan kabupaten Wonogiri |
Akhirnya kami sampai juga di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Tengah. Kedua propinsi ini cuma dipisahkan oleh semacam tugu. Masuk ke wilayah Pacitan kami disambut spanduk yang narsis dan lebay. Mungkin itu gambar bupati sama wakil bupatinya Pacitan. Pejabat jaman sekarang memang narsis bisanya cuma nampang tanpa terasa hasil kerjanya. Fotonya SBY juga ada … sudah narsis, lebay, dan menjilat atasan lagi he he he.
![]() |
| Narsis 1 |
![]() |
| Narsis 2 |
Kami sempat foto-foto sambil beristrihat di dekat tugu tanda masuk wilayah Kab Pacitan, Jawa Timur. Setelah habis 1 batang rokok kami pun melanjutkan lagi perjalanan. Selepas perbatasan kami langsung melewati Kec Donorojo, Pacitan. Selepas Donorojo di samping pos polisi Bliruk ada pertigaan. Ada tanda yang menunjukkan kalau belok kanan itu menuju arah Gua Tabuhan. Sebetulnya gatal juga ingin belok tapi keep focus broooo tujuan perjalanan adalah Pantai Teleng seperti rencana awal.
Setelah Kec Donorojo kami melewati Kec Punung. Di sini ada pertigaan juga yang kalau belok ke kanan menuju arah Gua Gong. Kami ambil rute lurus melewati Kec Pringkuku. Hati-hati selepas Pringkuku ada pertigaan lagi. Kalo lurus menuju arah Kota Pacitan, sedangkan kalau belok kanan menuju ke arah Pantai Teleng Ria. Selepas pertigaan sepanjang jalan kami disuguhi panorama bukit-bukit dengan hutan sekunder di sekelilingnya. Hutan tersebut dikelola oleh KPH Lawu 5, BKPH Pacitan. Jalanan juga asyik untuk dilewati. Disamping lumayan rata, jalannya berkelok-kelok naik turun bukit.
![]() |
| Panorama Pantai Teleng Ria dari Jalan Raya Tompak - Rinjing |
![]() | |||
| Bingung Mau Kencing Broooo?? |
Sedikit demi sedikit panorama pantai Teleng Ria mulai terlihat dari kejauhan. Subhanallah panoramanya sangat indah dan memikat hati. Kami pun jadi semakin semangat memacu motor masing-masing karena tujuan sudah nampak di depan mata. Alhamdulillah akhirnya pada pukul 08.42 WIB kami sampai di gerbang kawasan wisata Pantai Teleng Ria. Saya sempat melirik angka di spedometer motor yang menunjukkan angka 15833. Berarti dari Solo kami telah menempuh 153 km karena sebelum berangkat angka spedometer berada di posisi 15680. Perjalanan Solo - Pacitan kami tempuh selama 4 jam 42 menit meleset jauh dari estimasi awal yang diperkirakan cuma 3 jam.
Alhamdulillah telah selamat sampai tujuan pertama brooo











Tidak ada komentar:
Posting Komentar